Friday, October 10, 2008

Kepiting dan Rahasia Tuhan

~~~

Seiring pendar semburat jingga, langkahku terarah ke suatu pantai berpasir luas terhampar. Seorang gadis tengah duduk beralaskan pasir diteduhi daun nyiur yang tak berhenti melambai pelan bersama hembusan angin. Ia pandangi lautan bergelombang membiru. Di tepian, air tak pernah bosan mendatangi butir-butir pasir. Mengajaknya bermain bersama ikan-ikan dan kepiting-kepiting kecil yang entah mengapa selalu berjalan dan berlari menyamping. Mungkin, hanya Tuhan yang tau jawaban mengapa kepiting-kepiting kecil itu selalu berjalan menyamping.

Matahari tinggal menampakkan separuh wajahnya yang merona jingga di garis cakrawala pertemuan langit dan laut. Separuh lagi wajahnya telah tersembunyi seolah menyelam di kedalaman samudera jauh di depan sana. Namun mentari pun belum benar-benar ingin berpisah dengan awan dan langit. Masih ia tinggalkan cahaya yang memberi warna jingga kemerahan berpendar bagi langit dan awan. Menjadikan langit jingga sebagai kubah luas tak berbatas bagi air, bagi hamparan pasir, bagi kepiting kecil. (Ah, kepiting-kepiting kecil itu masih selalu berjalan menyamping). Menjadi kubah bagi semua yang ada di bawahnya.

Gadis itu masih duduk di sana. Bersama tenang suara alam dan gemuruh ombak, ia senandungkan harmoni keindahan dalam jiwanya, meski ada perih. Rambut panjang lurusnya dibiarkan terurai menyambut sapaan angin yang bertiup pelan. Membuatnya sedikit terangkat dari bahunya. Entah angin apa membawaku mendekatinya. Aku pun duduk tak begitu jauh darinya. Aku telah mengenal dia, pun dia telah mengenalku.

Aku tak tau kapan pernah bertemu dia, juga tak tau kapan pernah berbincang dengannya. Bahkan, aku tak tau sejak kapan mulai mengenalnya. Karena, baru kali itu aku bertemu dengannya.

-kepiting kecil dan rahasia Tuhan-

cahpesisiran, Solo 2004 ~ re edit Yogya 2008

23 comments:

  1. ok. I found an information here that i want to look for.

    ReplyDelete
  2. siapakah perempuan yang masih bermain pasir itu?jangan,jangan anak hantu laut,pren,he..he...

    ReplyDelete
  3. Saya Pesisir utara
    Salam kenal, antara selatan dan utara memang susah bisa bertemu
    Tapi dengan blog
    segalanya menjadi mungkin.

    Salam kenal

    ReplyDelete
  4. iki crito kepiting, atau matahari?? kok malah akhirnya tentang gadis??? heheh

    ReplyDelete
  5. iy juga yah kenapa itu kepiting jalannya menyamping trus???

    knp ga dibikin maju mundur juga???

    hahhahaha...

    ReplyDelete
  6. 'pesisir' pantai adalah sebuah kerinduan...

    sebuah inspirasi juga :)

    ReplyDelete
  7. reply:
    @ excavator: thanks for ur visit to my weblog.
    @ kristinadian: aku jg ga tau tuh, rahasia Tuhan kali. :p
    beberapa waktu lalu aku menemukan vilanya, tapi ternyata telah kosong tak berpenghuni..
    @ jahid klw: salam kenal kembali. benar pak, dengan blog dunia serasa seperti daun kolor eh kelor
    @ andy mse: cerita ttg itu semua, biar masing2 dapat porsi. haha.. jd bingung baca tulisan ini ya? itulah tujuanku, membikin pusing yang baca postingan ini.. hehe

    ReplyDelete
  8. reply
    @ cerita senja: hah romantis? yah, padahal niatnya ak mo bikin cerita horor.. kwkwkkwk..
    @ krucial: namanya juga kepitING, maka jalannya menyampING. kalau maju mundur namanya kepitJU atau kepitDUR dong.. hehe pizzz..
    @ elys welt: o o.. siapa dia?? *MODE nada kuis siapa dia ON* halah jadi nyanyi
    @ belly wijaya: ya begitulah. aku ga bisa hidup tanpa pantai *halah segitunya*

    ReplyDelete
  9. ehm..ehm,siapakah wanita beruntung itu?hayo...udah berani pake rahasia-rahasiaan ya?hehehe

    ReplyDelete
  10. lhah, ivana merasa dah pernah duduk2 di pantai blm? kl udah jangan2 wanita itu ivana. haha... :p

    ReplyDelete
  11. awas digigit kepiting kalo ga ati2 pas duduk di pantai hehhee

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. ntu kayak puisi orang lagi naksir cewek,he3x :)

    ReplyDelete
  14. ada apa nih dibalik cerita itu?hmm kira-kira siapa y gadis itu?adakah dia si pencuri hatimu kawan?

    ReplyDelete
  15. reply
    @ lyla: yeh, kepiting mah ga gigit atuh. cuman nyapit
    @ acy: acy sih ga ngerasa.. *gubrakk*
    @ ipanks: ada kepiting dibalik cerita. hehe..
    halah, hati kok dicuri. hati ku masih ada kok. kekekkek

    ReplyDelete
  16. Rambut panjang lurusnya dibiarkan terurai menyambut sapaan angin yang bertiup pelan. Membuatnya sedikit terangkat dari bahunya.<-----------yang kayak begini nih gadis yang ada dalam pikiran saya waktu muda...hehehe

    ReplyDelete
  17. wah, kenalan tanpa bertegur sapa. jangan2 kenalan di mimpi

    ReplyDelete
  18. wah, kenalan tanpa bertegur sapa. jangan2 kenalan di mimpi

    ReplyDelete
  19. @ gus: hehe.. saya kan masih muda omm!
    @ eka: iya ya. seperti mimpi di negeri antah berantah. ni kan cerita piktip belaka..

    ReplyDelete